:: Tips Menulis Surat Lamaran Kerja ::
Banyak perusahaan yang memandang surat lamaran atau cover letter sebagai
bagian terpenting dari seluruh dokumen lamaran Anda. Karena itu penting sekali
bagi Anda untuk menuliskan surat lamaran yang baik. Berbagai tips di bawah
akan membantu Anda.
1. Kesan Individual
Jika Anda berencana mengirimkan lamaran ke berbagai perusahaan
pastikan Anda menuliskan nama perusahaan yang benar pada surat lamaran Anda.
Selain itu perlu juga Anda membuat surat lamaran yang ditujukan
pada seseorang. Gunakan nama dan jabatan yang spesifik jika mungkin. Secara
khusus, untuk surat yang ditujukan pada seorang perempuan, jika Anda tidak mengetahui
status pernikahannya, gunakan awalan Ms. Contoh: Ms. Suryanegara.
Ingat: Di Internet dan di MS Word tersedia banyak template
atau contoh surat lamaran. Jangan hanya mengkopi contoh-contoh tersebut. Ubahlah
sesuai dengan keperluan Anda.
2. Singkat dan Padat
Jangan bertele-tele. Tuliskan surat Anda dengan singkat dan
padat. Gunakan bahasa yang mudah. Gunakan kata-kata yang biasa digunakan. Tidak
perlu berusaha untuk mengesankan pembaca Anda dengan menggunakan kata-kata yang
sulit.
Ingat: Jangan menulis surat lamaran Anda lebih dari satu halaman.
Perusahaan mungkin menerima belasan bahkan ratusan surat lamaran. Surat lamaran
yang terlalu panjang tidak efektif.
3. Rapi dan Bersih
Sedapat-dapatnya gunakan program komputer untuk menuliskan
surat lamaran Anda. Dengan begitu Anda dapat menuliskan surat lamaran yang rapi
dan bersih sehingga mudah dibaca.
Ingat: Hindari menulis surat lamaran dengan tulisan tangan.
Hindari menggunakan tip-ex atau sejenisnya dalam surat lamaran Anda.
4. Isi
Dalam surat lamaran Anda, ada beberapa hal yang perlu dituliskan:
* Pembukaan: Sebutkan dimana Anda mendapatkan informasi tentang
lowongan kerja tersebut.Contohnya, Anda bisa menyebutkan bahwa Anda mengetahui
lowongan kerja tersebut dari iklan di surat kabar, iklan di Internet, atau dari
seorang teman Anda.
* Pekerjaan Anda sekarang: Ceritakan secara singkat posisi
dan bidang pekerjaan Anda saat ini. Anda juga perlu menceritakan secara singkat
pencapaian utama Anda dalam pekerjaan tersebut. Agar memberikan gambaran yang
lebih baik, berikan informasi secara kuantitatif. Misalnya, "Saya membawahi
lima orang junior manager". Yang perlu Anda perhatikan di sini, tuliskan
hanya hal-hal yang relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Baca dengan baik
persyaratan yang dibutuhkan dalam iklan lowongan pekerjaan tersebut. Jika pekerjaan
yang Anda lamar adalah di bidang marketing research, Anda mungkin tidak perlu
menceritakan pencapaian Anda di bidang logistik.
* Pendidikan: Jika latar belakang pendidikan perlu diinformasikan,
tuliskan secara singkat pendidikan tertinggi Anda. Jika Anda pernah mendapatkan
pendidikan di sekolah yang cukup dikenal, ada baiknya Anda menuliskannya di
surat lamaran.
* Penutup: Dalam penutup ingatkan pembacanya bahwa Anda mempunyai
keinginan kuat untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Ada baiknya Anda menyatakan
kapan saat terbaik Anda bisa dihubungi untuk proses selanjutnya. Dan jangan
lupa ucapkan "Terima kasih".
:: Tips Dar Dr. Reynald Khasali ::
Menurut Dr.Rheinald Kasali, kebanyakan dari kita tidak punya
dasar pengetahuan dalam menulis surat lamaran dan jadinya malah surat lamaran
‘asal jadi’.Padahal di Amerika, malah ada orang-orang yang pekerjaannya
khusus membuat surat lamaran!
Mengapa hal tsb terjadi? Karena surat lamaran itu vital.Dari
situlah dapat terbaca seberapa besar minat kita terhadap pekerjaan yang kita
lamar. Dan seberapa kompeten kualitas diri kita untuk menduduki posisi tersebut.
Surat lamaran sebaiknya:
1. Impresif. Tidak terlalu menyombongkan diri, dan tidak terlalu
merendahkan diri.
2. Menarik minat calon atasan. Begitu dibaca, orang langsung
tertarik untuk mengetahui lebih lanjut seperti apakah anda.
3. Menyebutkan kualifikasi yang diraih.
4. Mengunakan bahasa yang enak dibaca, ringkas, jelas, dan
padat.Hindari pengulangan kalimat tanpa penjelasan, penggunaan kalimat tidak
efektif, ejaan yang salah, maupun pengunaan tata bahasa yang buruk.(bila perlu,
beli buku yang berisi contoh-contoh surat lamaran).
5. Hindari mengunakan bahasa Inggris (jika tidak diminta) apabila
anda merasa bahwa kemampuan bahasa Inggris anda kurang baik.Daripada ketahuan
salahnya, lebih baik gunakan bahasa Indonesia saja.
6. Cantumkan alasan anda melamar.
7. Jangan terkesan kotor, gunakan kertas yang bagus, bersih
dan rapi, tidak usut, tebal, tidak mudah robek.Hindari tipp-ex.Tinta juga jangan
terlalu tipis supaya mudah dibaca.
8. Menggunakan komputer. Memang ada beberapa perusahan yang
meminta agar surat lamaran ditulis dengan tangan.Tetapi jika tidak diminta,lebih
baik jika anda mengunakan komputer.Gunkakan pula printer inkjet atau laser.(jangan
pulamemakai printer dot matrix). Dengan demikian anda tidak terlihat buta teknologi.
:: Mitos Tentang Surat Lamaran Kerja ::
Mitos 1 : Surat lamaran yang baik beserta design-nya akan
mendapatkan pekerjaannya
Surat lamaran dan isinya tidak membuat anda diterima tapi dapat
menjadi iklan bagi anda untuk menjalani wawancara. Surat lamaran seharusnya
tidak menceritakan tentang diri anda terlalu banyak sehingga pihak yang membuka
lowongan dapat membuat keputusan perekrutan. Surat seharusnya sederhana dan
memikat pembacanya untuk ingin melihat anda.
Mitos 2 : Pelamar harus punya latar pendidikan terbaik, kemampuan
dan pengalaman untuk selalu mendapatkan posisi yang ditawarkan.
Banyak faktor berkaitan dengan keputusan perekrutan. Pendidikan,
kemampuan, usia, ketangkasan kerja hanya beberapa kriteria perekrutan. Majikan
atau pihak perusahaan akan mewawancarai anda karena mereka ingin melihat anda
– bagaiamana penampilan anda, interaksi, dan kesesuaian anda dengan organisasi
mereka.
Studi terbaru Yale University melaporkan bahwa 15% alasan seseorang
menjadi sukses itu berhubungan dengan kemampuan teknis dan pengetahuan. Namun
85% alasan utama kesuksesan adalah dari kemampuan personal orang itu, yaitu
: sikap, perilaku, antusiasme, disiplin diri, gairah kerja dan ambisi.
Inilah mengapa seorang pelamar dengan kualifikasi terbaik diatas
kertas seringkali justru tidak mendapatkan posisi yang ditawarkan.
Mitos 3 : Anda dapat rencanakan semua yang anda inginkan, namun
untuk mendapat kerja sesungguhnya berhubungan dengan keberuntungan, atau siapa
yang kamu kenal, atau berada di tempat yang benar pada saat yang tepat.
Keberuntungan adalah apa yang terjadi pada orang yang mempunyai
tujuan jelas dan juga detail rencana tindakan.
Mitos 4 : Perekrut akan menghargai lamaran yang panjang karena
itu memberikan mereka lebih banyak informasi dan menghemat waktu wawancara
Kebanyakan lamaran mendapat waktu 30-40 detik saja untuk dilihat.
Anda harus dapat mengkomunikasikannya dengan jelas, tepat waktu dan menunjukkan
wilayah kompetensi anda. Jarang sekali perekrut mempunyai alasan untuk membaca
lamaran yang panjangnya dua halaman.
Mitos 5 : Selalu meletakkan besar penghasilan yang anda inginkan
dalam lamaran
Ini hanya berlaku untuk diri anda. Apakah tinggi atau rendah
gaji tidak mempunyai nilai positif terhadap lamaran. Gaji selalu dinegosiasikan
setelah pihak perusahaan memutuskan bahwa anda adalah orang yang tepat bagi
pekerjaan yang ditawarkan.
Mitos 6 : Anda sebaiknya selalu menutup surat lamaran dengan
kata-kata : “Saya menanti kabar dari anda”.
Jangan pernah menulis demikian! bahkan disaat seorang pelamar
yang merasa rendah karena tidak bekerja dan mengharapkan perekrut untuk mengambil
inisiatif. Ini adalah sesuatu yang tidak realistis. Ingat, anda sendiri yang
harus mengambil inisiatif. Tetapkan kapan anda akan melakukan follow up. Anda
bisa menuliskan demikian :
”Saya akan menghubungi bapak pada Kamis pagi berkenaan
dengan pertanyaan yang mungkin akan bapak sampaikan atau untuk kita bisa mengadakan
pertemuan pribadi”
Ini mungkin kedengarannya seperti memaksa atau berlaku terlalu
tegas, dan mungkin saja memang demikian. Namun apa yang anda inginkan adalah
tindakan!. Jerih payah anda akan terbayar.
Mitos 7 : Semakin banyak lamaran yang anda kirim, semakin besar
kesempatan anda untuk mendapatkan kerja
Tidak perlu demikian. 30-40 surat lamaran yang dikombinasikan
dengan pendahuluan yng berkualitas, cover surat yang baik serta follow up telepon
akan lebih efektif dibandingkan 1000 surat lamaran yang dikirimkan secara tunggal
tanpa tindakan susulan apa-apa.
Mitos 8 : Sekali saja anda mengirimkan surat lamaran, sisanya
menunggu
Jika anda tidak mengambil tindakan maka anda sepertinya tidak
akan mendapatkan hasil. Selalu lakukan follow up dengan telepon.
“Kamu dapat melakukan apa saja jika kamu mempunyai antusiasme.
Antusiasme adalah ragi yang membuat harapan kamu melambung hingga ke awan-awan.
Antusiasme adalah ledakan di matamu, ayunan gaya berjalanmu, genggaman tangan,
sentakan yang tidak akan tertahan dari keinginan dan kekuatan kamu untuk mewujudkan
suatu gagasan. Antusiasme adalah petarung dimana terjadi penyelesaian. Tanpanya,
hanya akan ada alibi.” (admincyber)
Sumber : www.jobitcom.com