DEPOK - Walikota Depok Nurmahmudi Ismail mengimbau para pengusaha warnet untuk mau bekerja sama mengatasi maraknya peredaran video porno melalui internet.
"Saya tidak bermaksud membatasi bisnis mereka tapi untuk pelajar, saya harap pengusaha warnet bisa membatasi aksesnya, terutama pada waktu para pelajar ramai berdatangan," ujar Nurmahmudi kepada wartawan di ruang kerjanya di Gedung Balai Kota, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/6/2010).
Tidak hanya pengusaha warnet, Nurmahmudi juga meminta kerja sama semua pihak, termasuk guru dan orang tua siswa agar bisa memperhatikan anak-anak mereka saat berada di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
"Obat yang diberikan oleh guru adalah mengawasi secara periodik dan sistemik untuk tidak membiarkan siswa bermain internet di jam-jam pelajaran sekolah. Lalu awasi juga ponsel siswa, pastikan mereka tidak menyimpan video porno karena sekarang juga ada UU pornografi yang dapat menjerat mereka," ujar Nurmahmudi.
Di luar sekolah, lanjut Nurmahmudi, orang tua memiliki peranan penting. Pasalnya, saat itulah mereka harus mengawasi anak-anaknya untuk tidak mampir ke warnet sepulang dari sekolah.
Hal itu dianggap sebagai 'obat' bagi Nurmahmudi untuk mengatasi maraknya kejahatan internet, seperti penyebaran video porno, dari dunia maya ke dunia nyata. Bahkan Nurmahmudi juga mengimbau kepada para PNS, yang disebutnya sebagai aparat pemerintah, untuk meningkatkan keharmonisan keluarga, agar tidak ikut-ikutan menjadi korban kejahatan internet.
Dalam waktu dekat, papar Nurmahmudi, pihaknya akan melakukan razia konten porno, entah yang berada di perangkat komputer maupun ponsel. Sayangnya, beliau tidak memberikan informasi pasti kapan dan dimana razia tersebut akan dilakukan.
sumber : techno.okezone.com