CALIFORNIA - Email palsu yang diterima oleh karyawan Google dan perusahaan IT lainnya akhir tahun lalu, kembali menemukan fakta baru. Pasalnya, email tersebut juga disisipi oleh virus yang berbahaya.
Menurut laporan McAfee, mereka telah menganalisis serangan cyber yang berasal dari China mulai dari tahun 2009 dan berlangsung sampai tahun ini. Dalam laporannya bahwa karyawan di Google dan target websites lainnya yang menerima email palsu tersebut mengaku berasal dari klien perusahaan mereka.
Dilansir melalui Softpedia, Kamis (24/6/2010), ara kerja isi email palsu tersebut, penyerang harus meneliti secara menyeluruh sasaran dan jenis pekerjaan yang mereka lakukan.
Ditambahkan McAfee, cara kerja isi email palsu tersebut, penyerang harus meneliti secara menyeluruh sasaran dan jenis pekerjaan yang mereka lakukan.
"Perusahaan harus lebih proaktif dan menyadari bahwa penyerang sekarang menggunakan virus komputer sebagai cara untuk mengupas rahasia perusahaan," kata analsisi McAfee Jepang Shinsuke Honjo.
"Email penerima diarahkan ke website yang melepaskan virus, sehingga mampu mencuri data pribadi dari siapa saja yang mengunjungi situs tersebut. Setidaknya satu perusahaan IT yang memiliki informasi penting perusahaan dicuri dengan cara ini," tambahnya.
sumber : tehcno.okezone.com